Minggu, 21 September 2014

PGRI Bekerjasama dengan Spektra dan Intel Hadirkan Program Komputer dan Tablet bagi Anggota


Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bekerjasama dengan Spektra dan Intel menghadirkan program komputer dan tablet khusus untuk anggota PGRI melalui program PIRANDU GURU (Piranti Edukasi untuk Guru). Program nasional ini diluncurkan pertama kali di Semarang dan akan menyusul di kota-kota lain di Indonesia.
Ketua Umum PB PGRI, Sulistiyo, menjelaskan sebagai organisasi profesi guru di Indonesia, PGRI ingin memberikan manfaat bagi anggotanya dengan menyediakan akses berupa produk teknologi terbaru sebagai alat bantu utama untuk menuju pembelajaran abad 21 yang saat ini menjadi standar dunia.
“Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, guru-guru membutuhkan perangkat teknologi terbaru untuk proses belajar mengajar. Itulah sebabnya kami bekerjasama dengan Spektra dan Intel menghadirkan program komputer dan tablet khusus untuk anggota PGRI dengan harga terjangkau, skema pembiayaan ringan dan langsung disetujui,” jelasnya.

Pelatihan Pengembangan Pembelajaran berbasis TIK bagi Guru kerja sama PB PGRI dan Intel Indonesia Corporation






Pelatihan Pengembangan Pembelajaran berbasis TIK bagi Guru kerja sama PB PGRI dan Intel Indonesia Corporation di delapan wilayah hari ini dimulai penyelenggaraannya di SMP N 2 Depok. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua umum PB PGRI. Dalam pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Sekjen PB PGRI (Qudrat Nugraha, P.Hd), Kepala Dinas Kota Depok ( Ir. Heri Pansila M.Sc), ketua PGRI kota depok (Drs. Eman Hidayat MM), dan Direktur Intel Indonesia Corporation ( Deva Rachman). Pelatihan untuk 125 guru tersebut dilakukan selama 2 hari dari tanggal 15 s.d. 16 September 2014.
Kepala Dinas Kota Depok menyatakan dalam sambutannya semoga guru-guru yang telah mendapat pelatihan ini dapat menularkan ilmunya kepada guru-guru yang lain.
Dalam kesempatan tersebut Ketua umum PB PGRI menyampaikan, 1) seluruh guru wajib menjadi anggota Profesi Guru,2) PGRI merupakan mitra Pemerintah yang cerdas, 3) persoalan di dunia pendidikan, agar bisa diselesaikan dengan baik.(sumber : PB PGRI)

Program Kerja Sekbid INFOKOM...


Jumat, 12 September 2014

Rakor Sekbid PGRI Se Jawa Tengah

Semarang, 13 September 2014


Bertempat di ruang sidang PGRI Propinsi Jawa Tengah Jalan Lontar Nomor 1, Sabtu 13 September 2014 dilaksanakan rapat koordinasi 5 ( lima ) sekretaris bidang yakni Kaderisasi dan Organisasi, Informasi dan Komunikasi, Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Kesenian Kebudayaan dan Olah Raga, serta Advokasi Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi.
Drs sarju Maheri M.Pd Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan amanat AD/ART Konggres XXI, Hasil Keputusan Konperensi dan Program Sekretariat Biro dengan tujuan menindaklanjuti program kerja 2014 serta menyamakan persepsi dan langkah program kerja antara program Kota Kabupaten dan Propinsi.

Senin, 08 September 2014

HASIL RAPAT KOORDINASI NASIONAL II PGRI AGUSTUS 2014

RAPAT KOORDINASI NASIONAL II PGRI

Pada tanggal 29-31 Agustus 2014 yang lalu diselenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II PGRI di Gedung Guru Jakarta. Peserta Rakornas terdiri dari Pengurus PB PGRI dan Pimpinan Provinsi PGRI dari seluruh Indonesia. Beberapa agenda penting Rakorna II ini, diantaranya pembahasan sikap politik PB PGRI pasca Pilpres, isu-isu aktual, implementasi kurikulum 2013, persiapan HUT ke-69 PGRI, HGN dan hari guru internasional, pokok-pokok pikiran PGRI untuk pemerintahan baru, dan masa depan Perguruan Tinggi-LPTK Swasta.
Dalam sambutan pembukaan Ketua Umum PB PGRI Dr. Sulistyo, M.Pd. mengemukakan: kita bersyukur PGRI telah bersikap tepat dalam Pilpres. Tidak ada perpecahan dalam jajaran PGRI dan guru berkaitan dengan Pilpres. Jika ada gesekan, itu harus dimaknai sebuah dinamika demokrasi dalam politik. Adapun sikap politik PGRI sudah jelas sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar PGRI, bahwa PGRI adalah non politik praktis yang maknanya sudah diputuskan dalam Konkernas III PGRI di Gorontalo tahun 2011.
 

Minggu, 07 September 2014

Aneh, Buku Paket Kurikulum 2013 Dijanjikan Gratis ke Siswa Tapi Banyak Dijual di Senen


Di saat sebagian siswa sekolah belum menerima buku paket kurikulum 2013 yang dijanjikan gratis bagi para siswa, pedagang-pedagang buku di Senen menjual buku-buku berlogo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pantauan Warta Kota ke beberapa pedagang buku di Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2014), buku-buku tersebut memang diperjualbelikan di samping terminal bus Senen itu.
Buku-buku yang dijual pun tersedia lengkap dari kelas 1 SD hingga SMA. Jika Kemdikbud menjanjikan siswa tak perlu keluar uang untuk mendapatkan buku kurikulum 2013, maka di Senen, pembeli harus merogoh kocek Rp 20-40.000 untuk mendapatkan sebuah buku.
Untuk buku SD misalnya, buku berlogo Kemendikbud dijual seharga Rp 25.000 per buku.
Sementara, untuk buku SMP dijual mulai Rp 20.000-Rp 30.000. Dan untuk buku SMA bisa mencapai Rp 40.000 per mata pelajarannya.